Nikmati Kajian Bersama Asatidzah STDIIS Di Manapun Anda Berada

ALHAMDULILLAH KABAR GEMBIRA kabar gembira untuk saudara-saudaraku semuanya, sekarang kajian-kajian asatidzah STDI Imam Syafi’i sudah bisa menjangkau hingga seluruh pelosok negeri. Saat ini, kajian-kajian tersebut akan disiarkan secara live melalui akun youtobe aplikasi “Konsultasi Islam” milik STDI Imam Syafi’i. Kunjungi link berikut ini https://goo.gl/a3LmfR share & subscribe yaa… ikuti kajiannya dan miliki materi kajiannya dengan mendownload file nya melalui link berikut ini: https://drive.google.com/drive/folders/0ByxKMQ5HN4whdk1YNGxkbzVLZnM?usp=sharing Bantu menyebarkan info kebaikan ini yuk… agar kita bisa dapat pahala yang mengalir. Jazaakumullahu khoiron… Baarakallahu fiikum. Share PostTwitterFacebookGoogle...

Pilar Utama Pendidikan Dalam Perspektif Manhaj Salaf

PILAR UTAMA PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF MANHAJ SALAF (Orasi ilmiyah disampaikan dalam acara wisuda angkatan ke II mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember, Ahad, tanggal : 14/2/2016) الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، وبعد : Sebagaimana yang disaksikan, bahwa perkembangan dunia pendidikan dewasa ini sangat pesat, dari level yang teredah sampai yang tertinggi, bermacam konsep pendidikan ditawarkan dan berbagai metode pembelajaran digunakan demi mewujudkan dan mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan oleh setiap lembaga atau insitusi pendidikan, yang hakikatnya tidak keluar dari tujuan utama, yiatu mencetak manusia yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia serta melahirkan para sarjana dan ilmuan yang memiliki intelektualitas yang bagus dan loyalitas yang tinggi terhadap agama. Ironinya, fakta dan realita menunjukan hal yang berbeda, moral manusia semakin hancur, akhlak para akademisi semakin luntur, nilai-nilai ketaqwaan tidak mewarnai kehidupan mereka, bahkan semakin terkubur, banyak orang yang berpendidikan tinggi yang menghadapi krisis akhlak yang mulia, banyak yang menyandang gelar akademisi yang tinggi tetapi gersang dari nilai-nilai ketaqwaan dan keislaman, bahkan tidak sedikit yang berani menolak kebenaran hanya dengan alasan tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan logika. Disisi lain muncul di tengah kaum muslimin fenomena yang lebih mengutamakan tradisi dan budaya dalam pengamalan dan praktek ibadah akan tetapi jauh dari ilmu yang berlandaskan Al Qur’an dan sunnah, sehingga tidak sedikit juga dari sunnah Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam dan tata cara ibadah beliau ditinggalkan dan ditolak dengan alasan tidak sesuai dengan tradisi dan budaya. Itulah dua kondisi yang kontradiksi yang lebih mewarnai dunia pendidikan dan kehidupan masyarakat dinusantara ini. Realita yang sangat menyedihkan, tentunya kondisi yang jauh berbeda dengan prihal para ulama Islam dan...

ENGKAU BIDADARI SURGAKU!

Wajahnya yang cantik jelita melebihi cahya bulan purnama, tubuhnya yang elok dan rupawan menjadi idaman bagi sang pujaan, hiasannya yang anggun, wanginya yang sangat harum menambah indah perangainya yang santun. Itulah seklumit tentang bidadari surga yang Allah sediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Bidadari surga sangatlah terjaga kesuciannya dia tidak pernah disentuh oleh jin ataupun manusia, karena bidadari surga hanya diperuntukkan bagi suaminya yang bertakwa dan taat kepada Rosul-Nya saja. Ciri-ciri bidadari surga: Bidadari surga sangat terjaga kesuciannya Allah Ta’ala berfirman: “Dan untuk mereka istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.” (QS. al-Baqarah: 25) Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas rodhiallahu ‘anhuma berkata: “(istri-istri surga) mereka tidak haid, tidak mengeluarkan hadats (kencing dan buang kotoran besar) dan tidak pula mengeluarkan ingus.” Mujahid rohimahullah berkata: “Mereka tidak kencing dan tidak mnengeluarkan kotoran besar, tidak mengeluarkan madhi dan mani, tidak haid, tidak meludah, tidak mengeluarkan ingus dan tidak melahirkan.” (lihat kitab Hadi al-arwah) Bidadari surga penuh dengan cahaya dan sangat harum Dari Anas bin Malik rodhiallahu ‘anhu dari Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalau seandainya wanita surga menengok ke bumi, niscaya antara langit dan bumi bercahaya dan penuh dengan bau harum, dan jilbab bidadari lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. al-Bukhori, no.2796) Bidadari Surga tetap perawan Orang-orang yang beriman di dalam surga mereka bersenang-senang dengan istri-istri mereka. Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan, mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.” (QS. Yasin: 55-56) Abdullah bin Mas’ud dan Abdullah bin Abbas rodhiallahu ‘anhuma berkata: “Mereka sibuk memecahkan keperawanan bidadari.” Muqotil rohimahullah berkata: “Mereka sibuk memecahkan keperawanan bidadari sampai lupa...

Pelunasan Dosa

Akhi ukhti.. Tatkala kita mengetahui besarnya jumlah utang kita, dan kita mengetahui pula bahwa jumlah aset kita tidak cukup untuk melunasinya. Bahkan kalau kita mempekerjakan diri kita dan keluarga kita untuk menebus hutang maka kita tergolong orang yang bangkrut, pailit. Sekarang coba bayangkan, dalam setiap harinya, berapa banyak dosa yang kita lakukan kita tidak pernah menghitungnya. Kalau amal kebajikan in-syaAllah dihitung. Sebagian tidak merasa berbuat dosa, karena memang ia tidak mengetahui mana yang dosa dan mana yang bukan. Lepas dari semua itu, Allah, ar-Rahman ar-Rahim, Yang Maha Mengetahui dengan segala kekurangan hamba-Nya, telah membuat suatu sistem pelunasan dosa yang sangat indah. Yaitu, dengan menurunkan berbagai macam MUSIBAH. مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ ؛ وَلَا نَصَبٍ ؛ وَلَا هَمٍّ ؛ وَلَا حَزَنٍ ؛ وَلَا غَمٍّ ؛ وَلَا أَذًى – حَتَّى الشَّوْكَةُ يَشَاكُهَا – إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ “Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih, kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari no. 5641 dan Muslim no. 2573) Jadi yang lagi sakit, pada hakekatnya dia sedang melunasi hutang-hutangnya. Maka tiada kata yang lebih pantas diucapkan pada waktu itu kecuali bersyukur kepada Allah. Salah satu ulama’ salaf berkata: لولا مصائب الدنيا لوردنا الآخرة مفلسين “Andai kata bukan karena musibah-musibah dunia, niscaya kita akan datang pada hari kiamat dalam keadaan bangkrut”. Bagi akhi ukhti yang sedang dapat musibah, saatnya menjadikan musibah itu sebagai LADANG PELUNASAN DOSA dengan menata hati, bersabar, meridhoi takdir ilahi, bersyukur kepada Rabbi. Selamat mengamalkan.   Ditulis oleh: Ust DR. Syafiq Reza Basalamah, MA   artikel: www.dakwah.stdiis.ac.id Share PostTwitterFacebookGoogle...

Miliki Hartamu

Akhi/Ukhti… Ada berapa banyak uang di tabunganmu… ??? Atau di brangkas besimu…?? Atau dimana saja kau menyimpannya… ?? Pada suatu hari al Ahnaf bin Qais melihat uang logam satu Dirham di tangan seseorang, maka iapun bertanya kepadanya, “Uang siapakah ini..???” Spontan orang itu menjawab, “Uangku!”. Maka Ahnaf berkata, “Uang itu menjadi milikmu bila kau nafkahkan dalam rangka mencari PAHALA atau BERSYUKUR pada Allah”. Kemudian ia mendendangkan sebuah bait sya’ir: أنت للمال إذا أمسكته … فإذا أنفقته فالمال لك . “Kamu dimiliki oleh hartamu bila kau menyimpannya Namun tatkala kamu MENGINFAKKANNYA, maka HARTA itu menjadi MILIKMU”. Subhanallah… Jadi yang menjadi milik kita adalah yang telah berpindah tangan dari brangkas dan simpanan kita… Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ((يَقُولُ الْعَبْدُ مَالِى مَالِى إِنَّمَا لَهُ مِنْ مَالِهِ ثَلاَثٌ مَا أَكَلَ فَأَفْنَى أَوْ لَبِسَ فَأَبْلَى أَوْ أَعْطَى فَاقْتَنَى وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ)) “Hamba itu berkata, “Hartaku, hartaku”, tidaklah menjadi hartanya kecuali tiga: Yang ia makan kemudian habis Yang ia kenakan kemudian usang Yang ia sedekahkan, maka itulah yang dikumpulkannya . Adapun yang selain itu, maka akan sirna dan ia akan meninggalkannya untuk orang lain”. (HR Muslim) Kalau kau cinta kepada hartamu ….. Kalau kau ingin menumpuk hartamu ….. Maka segera pindahkan dari tempatnya, ke tempat yang abadi … Tidak perlu takut dirampok atau dicuri Karena dijaga, oleh Pencipta Langit dan Bumi.   Ditulis oleh: Ust DR. Syafiq Reza Basalamah, MA   artikel: www.dakwah.stdiis.ac.id Share PostTwitterFacebookGoogle...

Omong Kosong

Betapa seringnya angan-angan indah terlintas dipikiran kita.. Kadang terbetik di hati ingin berbuat kebaikan.. Ingin membantu orang.. Ingin beramal.. Ingin berdakwah.. Ingin beribadah.. Ingin ini dan itu.. Kita berkoar-koar bagaikan ayam yang hendak bertelur.. (tapi kalau ayam ada telornya, he he he) Namun pada akhirnya kebanyakan apa yang kita katakan hilang begitu saja.. Bak menulis di atas air.. Atau melangkah di padang pasir yang kering… hilang bekasnya diterpa angin.. Ada seseorang yang pernah berpesan: لتكن خطاك في دروب الخير ،، على رمل ندي لايسمع لها وقع،،ولكن آثارها بينة “Hendaklah langkah-langkah­mu di jalan kebaikan itu, seperti melangkah di pasir yang basah Tidak terdengar suaranya, namun bekasnya tampak dengan jelas”. Iya… biar orang tidak melihat kita.. Tapi mereka melihat bekas langkah kita.. Mungkin kiranya nasehat ini bermanfaat buat yang menulis dan yang membaca..   Ditulis oleh UstadzDR. Syafiq Riza Basalamah, MA حفظه الله   artikel: www.dakwah.stdiis.ac.id Share PostTwitterFacebookGoogle...